Cara Budidaya Ikan Gabus yang baik

Siapa yang tidak tahu ikan gabus ? Ikan yang sering menjadi buruan para pembudidaya ikan karena salah satu predator yang meresahkan, kini semakin marak dibudidayakan karena daging ikan gabus memiliki kelezatan tersendiri yang tidak sama dengan ikan lainnya. Ikan gabus banyak dicari oleh pembeli karena tekstur dagingnya yang padat.

Ikan Gabus
Cara Budidaya Ikan Gabus yang baik-Ternyata ikan gabus adalah ikan asli Indonesia. Hidup di perairan sekitar kita, di rawa, di waduk dan di sungai-sungai yang airnya tenang. Namun ikan gabus yang bisa dibeli di pasar-pasar dan warung-warung, kemungkinan besar dari Kalimantan. Karena pulau itulah yang kini menjadi pemasok terbesar untuk pasar-pasar seluruh Indonesia. Namun sayang, populasi ikan gabus di alam sudah mulai berkurang, sehingga budiadaya ikan ini perlu dikembangkan.

Sebelum masuk pada cara budidayanya alangkah baiknya kita mengetahui tentang biologinya, terutama habitat, kebiasaan hidup, kebiasaan makan dan sistematikanya. Di Kalimantan, ikan gabus banyak ditemukan di rawa-rawa daerah pedalaman, hidup di dasar perairan yang dangkal, bersifat carnivor atau pemakan daging, terutama ikan-ikan kecil yang mendekatinya. Ikan gabus bersifat musiman, memijah pada musim hujan.

Secara sistematika, seorang ahli perikanan, Kottelat (1993) memasukan kedalam : Kelas : Pisces; Ordo : Labyrinthycy; Famili : Chanidae; Genus : Channa; Spesies : Channa striata; sinonim dengan Ophiochephalus striatus. Ikan gabus memiliki nama lain, yaitu gabus isilah Indonesia, Haruan merupakan nama daerah Kalimantan. Sedangkan dalam Bahasa Inggeri disebut Snaka Head Fish.

Beda jantan dan betina

Jantan dan betina ikan gabus bisa dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat tanda-tanda pada tubuh. Jantan ditandai dengan kepala lonjong, warna tubuh lebih gelap, lubang kelamin memerah dan apabila diurut keluar cairan putih bening. Betina ditandai dengan kepala membulat, warna tubuh lebih terang, perut membesar dan lembek, bila diurut keluar telur. Induk jantan dan harus sudah mencapai 1 kg.

Pemijahan

Pemijahan dilakukan dalam bak beton atau fibreglass. Caranya, siapkan sebuah bak beton ukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 4 hari; masukan air setinggi 50 cm dan biarkan mengalir selama pemijahan; sebagai perangsang pemijahan, masukan eceng gondok hingga menutupi sebagian permukaan bak; masukan masukan 30 ekor induk betina; masukan pula 30 ekor induk jantan; biarkan memijah; ambil telur dengan sekupnet halus; telur siap untuk ditetaskan.
Untuk mengetahui terjadinya pemijahan dilakukan pengontrolan setiap hari. Telur bersifat mengapung di permukaan air. Satu ekor induk betina bisa menghasilkan telur sebanyak 10.000 – 11.000 butir.

Penetasan telur

Penetasan telur dilakukan di akuarium. Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air bersih setinggi 40 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama penetasan; pasang pula pemanas air hingga bersuhu 28 O C; masukan telur dengan kepadatan 4 – 6 butir/cm2; biarkan menetas. Telur akan menetas dalam waktu 24 jam. Sampai dua hari, larva tidak perlu diberi pakan, karena masih menyimpan makanan cadangan.

Pemeliharaan larva

Pemeliharaan larva dilakukan setelah 2 hari menetas hingga berumur 15 hari, dalam akuarium yang sama dengan kepadatan 5 ekor/liter. Kelebihan larva bisa dipelihara dalam akuarium lain. Pada umur 2 hari, larva diberi pakan berupa naupli artemia dengan frekwensi 3 kali sehari. Dari umur 5 hari, larva diberi pakan tambahan berupa daphnia 3 kali sehari, secukupnya. Untuk menjaga kualitas air, dilakukan penyiponan, dengan membuang kotoran dan sisa pakan dan mengganti dengan air baru sebanyak 50 persen. Penyiponan dilakukan 3 hari sekali, tergantung kualitas air.

Pendederan

Pendederan I ikan gabus dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 200 m2; keringkan selama 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalir dengan lebar 40 cm dan tinggi 10 cm; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 5 – 7 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 4.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 1 – 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.

Teknik & Cara Budidaya Ikan Koi

Ikan koi
Teknik & Cara Budidaya Ikan Koi-Ikan Koi termasuk ke dalam golongan ikan carp (karper). Harga Koi sangat ditentukan berdasarkan bentuk badan dan kualitas tampilan warna. Ikan koi pertama kali dikenal pada dinasti Chin tahun 265 dan 316 Masehi. Koi dengan keindahan warna dan tingkah laku seperti yang kita ketahui saat ini, mulai dikembangkan di Jepang 200 tahun yang lalu di pegunungan Niigata oleh petani Yamakoshi.

Ikan koi

Pemuliaan yang dilakukan bertahun-tahun menghasilkan garis keturunan yang menjadi standar penilaian koi. Beberapa varietas yang tersebar ke seluruh dunia digolongkan Asosiasi Koi Jepang (en Nippon Airinkai) menjadi 13 kelompok antara lain: Bekko, Utsurinomo, Asagi-Shusui, Goromo, Kawarimono, Ogon dan Hikari-moyomono. Sedangkan 5 golongan utama yaitu Kohaku, Sanke, Showa, Hirarinuji dan Kawarigoi.

Taksonomi koi adalah sebagai berikut:

Philum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Cyprinoformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies: Carpio

Nilai koi tergantung dari ukuran, bentuk serta keseimbangan pola dan intensitas warna kulit. Koi terbaik adalah yang memiliki intensitas, keseimbangan dan kejernihan warna terbaik. Membeli koi kecil sebaiknya dipilih yang memiliki kepala terbesar, biasanya akan tumbuh menjadi ikan dengan tubuh besar. Bentuk yang paling baik adalah seperti “torpedo”.

1. Pemilihan lokasi & konstruksi wadah

Ikan koi secara alami hidup di air deras sehingga membutuhkan air jernih dan berkadar oksigen tinggi. Pemeliharaan ikan koi yang terbaik adalah di kolam sehingga mudah mendapatkan makanan alami dan sinar matahari untuk merangsang pewarnaan tubuh. Kolam sebagian dinaungai karena sinar matahari yang terlalu banyak menyebabkan suhu air kolam meningkat dan air kolam menjadi keruh akibat blooming fitoplankton.
Koi berukuran kecil dapat ditempatkan di akuarium, walaupun ini tidak dapat menjadi habitat permanen. Bila dipelihara dalam kelompok, koi akan belajar untuk tidak mengganggu ikan yang berukuran sama, tetapi memakan ikan yang lebih kecil. Koi suka menggali dasar kolam sehingga menyebabkan akar tanaman rusak.

2. Teknik Budidaya

2.1 Kualitas Air
Air merupakan media hidup dan mempengaruhi kualitas tampilan ikan koi sehingga perlu mendapat perhatian. Kualitas air untuk mendukung perkembangan koi secara optimum adalah sebagai berikut:

suhu air berkisar 24-26oC,
pH 7,2-7,4 (agak basa),
oksigen minimal 3-5 ppm,
CO2 max 10 ppm,
nitrit max 0,2.

Air yang digunakan harus terdeklorinisasi atau sudah disaring dan diendapkan 24 jam. Air yang digunakan untuk pemijahan dan penetasan telur sebaiknya memiliki kandungan oksigen dan suhu yang stabil. Untuk menjamin tersedianya oksigen dapat digunakan aerator, sedangkan suhu pada bak pemijahan diusahakan sama dengan suhu air kolam dengan tingkat perbedaan (fluktuasi) kurang dari 5oC.

2.2. Pakan
Koi adalah bottom feeder (pemakan di dasar) dan omnivora (pemakan segala). Meski demikian ia biasa makan apa saja yang bisa dimakan, seperti pucuk daun, atau berburu cacing di dasar sungai. Maka inilah guna dari sungut yang ada pada mulut ikan. Pakan buatan untuk pembesaran koi dapat diberikan dalam bentuk butiran (pellet). Sumber protein utama adalah formulasi kombinasi antara bahan nabati (misalnya tepung kedelai, tepung jagung, tepung gandum, tepung daun, dll) dan bahan hewani (seperti; tepung ikan, tepung kepala udang, tepung cumi,kekerangan dll) serta multivitamin dan mineral seperti Ca, Mg, Zn, Fe, Co sebagai pelengkap pakan.

Kualitas pakan sangat menentukan tampilan warna sebagai daya tarik ikan koi sendiri, sehingga banyak upaya telah dilakukan dengan menggunakan bahan pakan yang mengandung zat pigmen seperti karotin (warna jingga), rutin (kuning) dan astasantin (merah). Zat-zat tersebut terkandung pada tubuh hewan dan tumbuhan tertentu seperti wortel mengandung zat karotin; sedangkan ganggang, chlorella, kubis, cabai hijau mengandung rutin; spirulina, kepiting, udang mengandung astasantin. Para pembudidaya saat ini tidak perlu lagi menyiapkan pakan sendiri karena sudah tersedia di pasaran pakan koi yang sudah di formulasi sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan zat untuk pembentukan warna ikan koi.

Pakan alami atau pakan hidup misalnya cacing darah, cacing
tanah, daphnia, cacing tubifex cocok diberikan pada benih koi (hingga bobot 50 g/ekor) karena lebih mudah dicerna oleh benih sesuai dengan kondisi sistem pencernaan, selain itu koi juga dapat memakan phitoplankton dalam kolam.

Jumlah pakan diberikan berdasarkan jumlah ikan (bobot biomassa) dalam kolam dengan kisaran kebutuhan 3-5 % per-hari, dengan frekuensi pemberian 2-3 kali per-hari hal ini juga disesuaikan dengan kondisi ikan dan media air pemeliharaannya.

Menurut pengalaman dan penelitian bertahun – tahun, ditemukanlan bahan – bahan aktif yang dapat ditambahkan untuk membuat warna koi lebih cemerlang. Koi yang dipelihara di kolam Lumpur ternyata memiliki kualitas warna yang lebih cemerlang dibandingkan dengan yang dipelihara di kolam tembok. Ternyata ikan loi tersebut banyak menyantap ganggang yang memang tumbuh di Lumpur. Ganggang yang dimakan koi mengandung banyak zat karoten. Maka kalau anda ingin menambah warna ikan lebih cemerlang beri makan “krill”, paprika, dan daun marigold, semuanya dapat anda campurkan dalam makanannya. Banyak makanan sumber karoten ini sudah dalam bentuk extract sehingga mudah dicampurkan dengan pellet atau roti.

2.3. Pembenihan

Kolam pemijahan tidak mungkin menjadi satu dengan kolam taman. Kolam pemijahan harus mempunyai pintu pemasukan dan pintu pengeluaran air tersendiri.Selain itu, seluruh kolam harus diplester dan bisa dikeringkan dengan sempurna.

Luas kolam pemijahan bervariasi. Untuk kolam sempit dapat menggunakan kolam seluas 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5 m. Lokasi kolam cukup mendapatkan sinar matahari, tidak terlalu ribut, terlindung dari jangkauan anak-anak dan binatang peliharaan lain.

Jika mungkin, sediakan juga kolam penetasan telur dan perawatan benih. Kolam penetasan, bentuknya bisa persegi panjang atau bulat. Kalau kolam bulat, diameternya antara 1,5-2 m.
Satu kolam lagi jika ada, yaitu kolam untuk menumbuhkan pakan alami yang dipakai untuk lmensuplai pakan benih jika kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Luas kolam antara 6-10 m2, cukup memadai.

Bagi yang memiliki uang cukup, dinding kolam bisa dilapis vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass. Dengan lapisan vinil, kolam-kolam tersebut lebih terjamin kebersihannya dan efek dari semen bisa dihilangkan.

Induk yang baik adalah yang memiliki pola warna bervariasi yang cerah simetris dengan bentuk tubuh seperti terpedo dengan berat badan minimal 1 kg. Kebanyakan pembudidaya memilih untuk membeli koi berkualitas baik untuk calon induk dengan ukuran 5-8 cm yang harganya murah untuk dibesarkan menjadi induk.

Secara alami, carp memijah pada musim semi dan menjadi matang gonad dengan menaikkan suhu air. Induk jantan dan betina ditempatkan dalam wadah terpisah (untuk menghindari bertelur yang tidak diinginkan) dan tidak diberi pakan selama beberapa hari.

Koi dapat memijah secara alami dan buatan yaitu dengan rangsangan hormon yang disuntikkan pada tubuh induk betina untuk mempercepat proses pembuahan. Penyuntikan Pituitary Gland (PG, nama dagang ovaprim) dengan dosis 0,2 mg/kg bobot ikan untuk satu kali penyuntikan.

Ovulasi akan terjadi 10 jam setelah penyuntikan. Sistem pemijahan tanpa pengurutan/stripping ini disebut pemijahan semi alami yang lebih aman karena tanpa melukai ikan. Bila ikan sulit melakukan pemijahan alami sehingga perlu bantuan proses pembuahan buatan, maka dilakukan pengurutan telur dan sperma (stripping) yang merupakan pilihan terakhir.

Induk betina dalam sekali pemijahan dapat menghasilkan 75.000 telur/kg berat badan. Perbandingan jumlah induk dalam proses pemijahan adalah 2 betina dan 1 jantan. Biasanya telur yang dikelurkan oleh induk betina menempel pada substrat (injuk) yang segera dibuahi oleh sperma jantan. Setelah telur dibuahi sebaiknya dipisahkan dari induk, dengan memindahkan induk dari wadah pemijahan atau sebaliknya telur yang diangkat dan dipindahkan kedalam wadah penetasan.

2.4. Pendederan

Telur yang sudah dibuahi akan menetas setelah 24-48 jam tergantung suhu. Selama penetasan, kepadatan telur adalah 1 kg per 5 liter air. Larva yang baru menetas belum memerlukan pakan selama 3-4 hari, karena masih mempunyai kantong kuning telur.

Menjelang kuning telur habis, perlu diberikan pakan alami berupa naupli artemia atau pakan alami lainnya yang seukuran. Kemudian secara bertahap dapat diberikan pakan buatan berupa butiran kering(pellet). Dalam 5 hari sesudahnya 1 juta larva memerlukan 7 kg artemia, atau sekitar 0,5-2 kg per hari. Pada tahap ini larva ditebar pada kepadatan 20-40 larva/liter. Untuk menghasilkan 1 juta fingerling memerlukan sekitar 25kg telur artemia. Sintasan selama 9 hari adalah 50-80%. Ikan yang seberat 10 mg dapat dijual seharga US$ 0,25 atau sekitar Rp. 2.500,-.

Larva yang berbobot 0,25 g diberikan pakan buatan (butiran) kering dan dapat didederkan ke kolam hingga ukuran fingerling (2 gram). Pendederan terbagi atas 2 tahap yaitu pendederan I selama 2 bulan pemeliharaan hingga larva mencapai ukuran fingerling (2-3 cm). Pendederan II dilakukan dalam kolam yang diolah untuk menumbuhkan pakan alami dan dilakukan seleksi dan penjarangan (mengurangi kepadatan). Penjarangan bertujuan untuk memberi ruang gerak yang cukup bagi ikan koi. Seleksi bertujuan untuk mendapatkan ikan Koi berkualitas baik.

Waktu yang diperlukan dari telur hingga mencapai ukuran fingerling (2 gram) adalah 6-8 minggu dengan nilai sintasan (SR) 55%. Sedangkan untuk mencapai ukuran 5-8 cm diperlukan waktu 4 bulan. Kualitas ikan koi (pola dan warna) bergantung dari tetuanya. Dari hasil seleksi ukuran fingerling, yang afkir mencapai 25-50%. Dari 1 juta telur dapat dihasilkan 225.000-338.000 ekor fingerling berkualitas baik (22–33 %).

2.5. Pewarnaan

Kualitas koi ditentukan oleh pola warna, kesesuaian jenis koi dan kejelasan warna. Pola warna yang simetris dengan batasan jelas antar warna menunjukkan kualitas yang baik.

Genotip menentukan jumlah dan jenis sel pigmen serta kromatofora. Kromatofora menghasilkan warna juga dipengaruhi otak ikan. Ikan pada wadah gelap cenderung berwarna gelap, begitu pula sebaliknya. Warna dapat berubah bila ikan mengalami tekanan (stres). Biasanya ikan yang tumbuh lambat mempunyai warna yang lebih baik daripada ikan yang tumbuh cepat karena pigmen bisa diubah dan digunakan untuk pertumbuhan tubuh. Seumur hidupnya, ikan koi dapat menyimpan dan menggunakan pigmen. Koi muda yang berwarna pucat apabila diberikan pakan berpigmen selama 6 minggu sebelum dipasarkan akan berwarna menarik. Intensitas warna tergantung dari jumlah pigmen dalam kromatofora. Pigmen dapat muncul dengan adanya karotenoid dalam pakan.

2.6. Pra Panen

Koi tumbuh sekitar 2 cm per bulan dan pada usia 60 tahun dapat mencapai panjang hingga 1 m. Bila ikan Koi telah mencapai ukuran pasar yaitu 20 cm dapat dipanen dan dilakukan seleksi akhir, dengan memisah-misahkan jenis, ukuran dan pola warna tubuhnya. Dari hasil seleksi ini, Koi yang terpilih dibesarkan di dalam bak atau kolam semen sambil menunggu harga pasar yang baik.

Dalam penampungan akhir ini, ikan dapat diperbaiki bentuknya, jika terlalu gemuk dibuat langsing atau yang terlalu kurus dibuat lebih gemuk. Pemeliharaan berikutnya diusahakan tidak terlalu padat, akan lebih baik jika dalam bak dilengkapi aerator sehingga kesegaran air terjamin dan dengan pemberian pakan yang baik dapat meningkatkan kualitas warna tubuh ikan Koi.

Source:

Tips Mancing di permukaan laut

Tips Mancing di permukaan laut-Zona Ikan Kita akan memberi Tips bagaimana cara memancing ikan di pemukaan laut .Saat ini untuk mendapatkan ikan besar pada saat casting di permukaan laut, kita bisa mendeteksi dimana lokasi yang terdapat ikan besar dengan menggunakan alat Fish Finder. Teknologi saat ini sudah mampu menciptakan alat untuk mendeteksi dimana ikan berada. Namun dengan harga yang relatif mahal, masih banyak para pemancing yang menggunakan tanda – tanda alam untuk mengetahui dimana posisi ikan – ikan besar berada.


Pertama yang perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan casting di permukaan laut ialah dengan mengetahui cuaca dan kondisi angin laut. Pilihlah cuaca yang cerah, selain lebih berpotensi mendapatkan ikan besar, juga untuk keselamatan anda sendiri. Untuk Kondisi angin laut, akan sangat berpotensi jika sedang musim angin timur. Karena ketika musim angin timur adalah musim dimana munculnya banyak ikan dilaut.
Setelah memahami dua kondisi alam diatas, sastu hal lagi tanda – tanda alam yang bisa kita gunakan untuk menentukan dimana lokasi ikan – ikan bearada dan mulai menghentikan kapal untuk ber casting ria, yaitu burung – burung laut. Jika kita melihat ada segerombolan burung laut mengitari satu daerah tertentu di atas permukaan laut, maka disitulah terdapat banyak ikan. Burung – burung tersebut menandakan bahwa mereka sedang berburu ikan dibawahnya. Dan potensi ikan besar pun ada dilokasi tersebut.

Mancing di perairan danau dan sungai yang membeku

fishing ice
Mancing di perairan danau dan sungai yang membeku-Kegiatan ice fishing banyak dilakukan di berbagai negara yang memiliki musim dingin yang panjang. Memancing dengan sistem ice fishing ini dilakukan di perairan – perairan yang membeku karena dinginnya udara yang membekukan bisa sampai dibawah titik beku. Permukaan danau yang membeku akan membuat pemancing dapat menjangkau tengah danau untuk memancing, caranya pun cukup mudah yaitu dengan memotong permukaan es dan membuat lubang kecil untuk memancing. Namun terkadang dengan musim dingin yang bisa mencapai – 10 derajat celsius lubang yang sudah dibuat gampang saja menutup jika dibiarkan begitu saja, beberapa pemancing menggunakan pemanas listrik untuk menjaga lubang es tetap membuka.

Cara memancing ice fishing sering dilakukan oleh orang kutub untuk mencari ikan ditengah membekunya danau. Jenis ikan – ikan yang dipancing pun bermacam – macam termasuk ikan salmon dan ikan white bass. Dengan adanya jangkauan memancing di seluruh danau menyebabkan seorang pemancing dapat menjangkau semua wilayah danau dengan mudah.

Di Amerika utara cara memancing ice fishing diadakan setiap tahun di danau – danau yang membeku dan bahkan menjadi suatu kegiatan nasional yang melibatkan ratusan orang setiap tahunnya. Dan acara tahunan memancing di sana menjadi bisnis yang cukup menguntungkan seperti bisnis rental rumahmemancing atau fish house yang merupakan rumah portable yang digunakan sebagai perlindungan saat memancing. Ice fishing selain menjadi hobby yang mempertemukan ratusan pemancing sepanjang tahunnya dapat juga menjadi lahan usaha bagi para penduduk disekitarnya

Kegiatan ice fishing sudah menjadi agenda tahunan para pemancing untuk berkumpul yang biasanya diiringi juga dengan aneka minuman keras dan bir sebagai pelengkap suasana.

Peralatan yang digunakan saat memancing untuk memancing ice fishing sama saja dengan peralatan mancing pada umumnya namun untuk umpan, perlu menggunakan umpan yang berwarna cerah baik yang merupakan umpan alami maupun artificial bait seperti cacing karet atau jenis umpan berbentuk ikan crappie minnow atau jenis jig lures dengan warna yang cerah yang kontras dengan kondisi es disekitarnya yang berwarna putih.

Meski memiliki kesenangan yang menjanjikan, ice fishing juga memiliki beberapa kelemahan terutama dalam hal keselamatan para pemancing itu sendiri. Melubangi permukaan es untuk memancing jika terlalu banyak akan menyebabkan kekuatan es yang melingkupi danau bisa semakin berkurang, dan jika terjadi keretakan pada permukaan es maka yang dikawatirkan adalah keselamatan pemancing itu sendiri. Dinginnya es dan kemungkinan untuk tenggelam sangat besar karena air yang bersuhu dingin akan membuat kekuatan gerak orang yang berenang juga akan berkurang.

Ice fishing memang sangat menyenangkan jika dilakukan dengan memperhatikan keamanan. Penggunaan alat – alat modern seperti Fish Finder sebaiknya dihilangkan demi menghindari penangkapan ikan yang berlebihan. Meski tujuan memancing adalah untuk mencari ikan tapi seperti cara lain, ice fishing juga harus memperhatikan kelestarian dan konservasi alam

.Source:pemancing

Teknik jigging yang bisa mendapatkan ikan besar

Teknik jigging merupakan teknik mancing laut dan tawar yang biasa dilakukan jika anda memancing di sebuah daerah yang memiliki kedalaman yang cukup sekitar 30 – 100 m. teknik jigging merupakan teknikmemancing yang menggunakan umpan metal jig yang di ulurkan ke dalam air dengan menggoyang – goyangkannya secara vertikal sehingga sepertinya, umpan metal jig bergerak naik turun dengan aktif dan menarik perhatian ikan predator untuk memakannya.



        Meski teknik ini umumnya dilakukan pada pemancingan laut, namun ada juga yang melakukannya di perairan tawar seperti di danau danau di Amerika dan Eropa. Meski prakteknya mudah teknik jigging yang terus menggerakkan umpan cukup membuat capek para pemancing yang mencobanya. Dengan lokasi perairan tengah, ikan sasaran untuk pemancingan teknik jigging adalah ikan predator seperti GT ( Giant Trevally), maupun ikan Baracuda dan Marlin.

       Peralatan yang diperlukan untuk pemancingan teknik jigging yang pertama adalah joran yang cukup keras atau hard taper. Penggunaan soft taper atau medium taper agak kurang tepat karena akan menyebabkan umpan jig menjadi terlalu lentur saat di goyangkan di dalam air. Peralatan kedua adalah senar yang memiliki spesifikasi kekuatan tinggi, sehingga saat umpan anda ditarik oleh ikan pemangsa dapat kuat menahan gaya tarikannya. Gunakan kekuatan minimal 20 lbs dan sebaiknya menggunakan jenis senar multi filament yang terkenal tidak mudah keriting saat terjadi tarikan. Daya kekuatannya yang lebih kuat akan mengamankan ikan tangkapan anda.
       Peralatan mancing yang ketiga tentu saja adalah umpan metal jig. Saat ini umpan jig tersedia dalam berbagai bentuk warna dan berat. Untuk pemancingan laut terdapat mulai dari berat 60 gram, 80 gram, 100 gram dan 200 gram. Besar dan berat umpan jig disesuaiakan dengan ikan sasaran namun untuk umumnya banyak pemancing menggunakan yang 100 gram. Sebaiknya anda menggunakan mata pancing yang bagus dan baru setiap kali memancing di laut, jika sudah tumpul akan mengurangi kekuatan daya tancapnya.

Bentuk umpan jig terdiri dari kepala , dan tubuh. Bagian kepala jig bisa berbentuk bulat, coned dan macam bentuk lain. Di kepala jig ini di talikan mata pancing yang berukuran cukup besar, seimbang dengan umpannya untuk mengait ikan. Bagian yang kedua dari umpan ini adalah tubuh jig itu sendiri yang biasanya terbuat dari bahan – bahan karet atau silikon yang tahan air. Tubuh jig sendiri bisa berbentuk seperti tali rumbai2 menyerupai ikan, bentuk ikan karet atau bentuk lain yang menarik.

Untuk bahan material jig yang digunakan di perairan tawar dapat juga menggunakan bahan alami seperti bulu ekor kuda yang dibuat berbentuk seperti serangga dan aneka jenis bentuk serangga dan kadal yang terbuat dari karet. Pemancingan dengan sistem jigging sering dilakukan pemancing laut di Indonesia untuk pemancingan di tengah laut. Meski banyak yang berbentuk warna – warni, namun rekan kami pak Ronny punya pendapat sendiri bahwa di dalam air warna – warna kurang begitu berpengaruh dengan ikan. Justru warna perak mengkilat atau warna flourecent yang berpendar pada saat malam akan lebih menarik perhatian ikan. Selamat memancing

Source:pemancing

Memancing pada malam hari


Tips memancing pada malam hari di sungai atau waduk

mancing malam hari
mancing malam hari

Memancing di danau atau waduk pada saat malam hari cukup menyenangkan, namun meski agak susah dilakukan memancing dengan pada saat malam menyenangkan karena jauh dari rasa panas matahari. Selain kerena persaingan lebih kurang karena hampir jarang orang memancing pada malam hari. Pengalaman saya memancing pada saat malam membutuhkan lebih banyak konsentrasi karena suasana yang gelap pada malam hari. Peralatan yang wajib dibawa agar pemancingan sukses yaitu :
* Chemical Light snap, bentuknya seperti stick kecil yang berisi cairan yang dapat menyala jika dipatahkan dan dapat dipasang di ujung pelampung sehingga kelihatan pada waktu memancing di kegelapan malam. Nyala cairan tersebut dapat mencapai 5 – 7 jam sehingga cukup untuk menemani pemancingan anda di malam hari.

* Bel kecil alias klinthingan (jawa) , biasanya diletakkan pada ujung joran atau stick yang gunanya sebagai indikator bunyi kalau ikan memakan umpan kita. Cara memancing ini biasanya dikenal dengan cara memancing jegog-an. Umpan pancing yang sudah dikuatkan dengan tepung atau dengan telur dipadatkan serta di beri mata pancing dengan jumlah yang cukup banyak sehingga ikan susah membedakan mana umpan mana pancing. Penggunaan mata pancing yang banyak membuat pemancingan menjadi lebih sukses.

* Lampu penerang, banyak pemancing menggunakan berbagai macam penerang , lampu teplok, petromaks dan bahkan saya pernah melihat sendiri para pemancing menggunakan genset mini sebagai sumber penerangan lampu di tepi air. Apapun jenis penerangan yang akan dipakai sebaiknya mempertimbangkan ikan yang akan dipancing. Ikan mujair dan nila menyukai terang sehingga penggunaan lampu dengan genset juga akan menarik perhatian mereka. Ikan jenis tombro, dan tawes atau bader kurang menyukai terang dan sebaiknya kita menggunakan cara memancing jegog an.

* Peralatan kenyamanan diri sendiri seperti jaket, sepatu boot , dan baju hangat mengingat biasanya udara malam hari lebih dingin , dan jika mungkin sebaikya anda membawa juga termos yang berisi kopi panas agar lebih nikmat saat memancing. Dan jangan lupa anda menyiapkan makanan ringan agar terbebas dari kelaparan di malam hari.

Memancing di malam hari memang bisa mengasyikkan jika anda membawa perlengkapan yang lengkap, meskipun lebih repot kemungkinan memancing ikan di malam hari juga menjanjikan. Selamat memancing

Source:pemancing

Nikmatnya Memacing


Jika anda seorang pemancing, anda akan tahu nikmatnya memancing

Mancing sekarang bukanlah pekerjaan bagi sebagian orang. Pemancing jaman sekarang selain untuk mencari hiburan, bisa untuk tempat melatih kesabaran buat sebagian orang. Hoby mancing yang relatif murah bahkan membuat banyak orang tertarik untuk menikmatinya. Di waktu – waktu liburan seperti hari minggu banyak kita lihat para pemancing dadakan yang mencoba peruntungannya dalam mencari ikan..

Memancing, jaman dahulu sebenarnya adalah sebuah pekerjaan yang dilakoni seseorang untuk mencari penghidupan, ikan yang mereka dapat digunakan untuk keperluan sehari- hari abahkan jika ada sisa mereka menjualnya sebagai tambahan untuk biaya hidup. Seoarang pemancing pada saat itu bukan melakukannya atas dasar hobby namun karena kebutuhan. Mereka melakukannya setelah melaksanakan kegiatan di sawah atau di kebun. Bahkan aktivitas memancing bagi nelayan di laut adalh murni debagai mata pencarian hidup. Selain menjala ikan di tengah laut.
mancing
pemancing

Tak pelak kehidupan modern menyebabkan tingkat stress yang tinggi memberikan kebutuhan baru yakni rekreasi.kebutuhan rekreasi dapat dilakukan dengan berbagai cara; bepergian, melakukan travelling atau melakukan hobbynya , yang salah satunya memancing.

Banyak orang berpendapat dengan memancing seseorang menemukan keasyikan tersendiri. Sambil menunggu umpan dimakan ikan, para pemancing biasanya berkonsentrasi dan bersenda gurau dengan sesamanya. Dan pengalaman paling mahal adalah jika umpan yang di tebarkan disambar ikan, bagaimana dengan teknik yang baik ikan tersebut harus dapat diangkat dari air. Nah.. inailah kepuasannya seorang pemancing. Anda juga seorang pemancing?….silahkan kirim komentar anda di situs kami…

Source:pemancing