Fly fishing merupakan teknik mancing yang cukup kuno


Fly fishing merupakan teknik mancing yang cukup kuno, umumnya dikenal sebagai teknik mancing ikan trout dan salmon, tetapi saat ini banyak digunakan untuk memancing berbagai jenis ikan lain seperti hampala, toman, bass, pacu, dan lain-lain.

Kata fly fishing sendiri berasal dari kata flies yang artinya lalat atau bisa berarti serangga. Teknik memancing fly fishing menggunakan umpan buatan berbentuk lalat atau berbagai jenis serangga yang menjadi makanan alami ikan trout dan salmon di perairan tawar. Umpan yang dipakai biasanya dibuat dari berbagai macam bahan, biasanya terbuat dari jenis-jenis rambut, bulu dari berbagai macam bulu unggas, yang diikatkan ke mata pancing secara menarik sehingga bisa menyerupai serangga sungguhan di alam liar. Penggunaan bulu dan rambut sudah semenjak dahulu dipakai untuk umpan, namun teknik fly fishing modern juga menggunakan beberapa bahan sintetis dari benang dan jenis-jenis serat lain sehingga efek bentuk nyatanya bisa lebih bagus dibandingkan dengan umpan fly fishing jaman dahulu.

Dalam fly fishing, ikan dipancing dengan menggunakan fly atau umpan buatan yang menyerupai serangga atau ikan kecil yang dicast (dilempar) dengan menggunakan fly rod dan fly line. Fly line cukup berat untuk membuat fly atau serangga buatan melayang dan jatuh di dekat ikan target. Inilah yang membedakannya dengan teknik cast yang lain, karena pemberatnya ada pada line bukan pada umpan atau timah pemberat.
Fly atau serangga buatan yang digunakan dalam fly fishing sangan bervariasi dalam bentuk, ukuran, berat, warna, dll. Fly atau serangga buatan, dibuat dengan cara tying atau mengikat bulu, rambut hewan, serta bahan lainnya baik sintetis maupun alami pada hook atau kail dengan benang. Awalnya pembuatan fly menggunakan bahan-bahan alami, tetapi seiring dengan perkembangan teknologi dan kesulitan memperoleh bahan-bahan alami, bahan-bahan sintetis mulai populer. Fly biasanya dibuat berdasarkan ukuran, warna, corak yang sesuai dengan kondisi setempat dan serangga air, ikan umpan atau mangsa yang menarik bagi species ikan yang menjadi target.

Di perairan tawar terdapat Jenis ikan yang menjadi favorit para pemancing yakni ikan salmon. Salmon yang merupakan ikan yang selalu bermigrasi saat waktunya bertelur biasanya akan mendatangi sungai-sungai besar di pegunungan dari laut. Dan jika musimnya telah tiba memancing dengan menggunakan teknik fly fishing biasa dilakukan orang pedesaan seperti di negara Amerika dan Eropa.

Cara memancing fly fishing adalah dengan membuat sebuah rangkaian pancing yang terdiri atas joran, tali senar yang dihubungkan dengan reel serta ujungnya adalah mata pancing yang sudah berbentuk serangga. Penggunaan pemberat bisa diberikan sesuai dengan kebutuhan. Joran fly fishing dibuat dari bahan yang lentur sehingga pemancing bisa melemparkan umpan ini dengan mudah. Penggunaan joran yang ringan akan membantu pemancing melemparkan kail.

Teknik memancing fly fishing biasanya pada sungai yang berarus karena daerah seperti ini biasanya banyak terdapat ikan trout atau salmon. Umpan fly fishing dilontarkan ke arah air datang di sungai dan dibiarkan mengikuti arus sampai cukup jauh dan bisa kita ulang lagi berkali-kali. Dengan cara pemancingan fly fishing yang membutuhkan arus yang cukup deras, para pemancing sebaiknya menggunakan baju memancing khusus yang bisa anda gunakan memancing di dalam air bahkan sampai ketinggian di perut namun anda tidak basah, karena pakaian ini kedap air. Dengan cara demikian teknik fly fishing dapat menjangkau perairan sungai lebih luas.

Source

Tips Memancing Sidat

Tips Memancing Sidat-Sidat sering disebut ‘MOA’ atau belut bertelinga. Ikan ini sangat mirip dengan belut, tetapi dia mempunyai telinga dan mempunyai senjata ampuh dengan lendir disekujur tubuhnya yang begitu licin yang akan begitu menyusahkan bila akan ditangkap walaupun itu sudah terkena kail. Tangkap ikan itu menggunakan kain, maka dia akan tertangkap dengan mudahnya. Itupun masih dapat ditoleransi bila ukurannya tergolong kecil antara 1-2 kg.

Ikan ini mempunyai daging yang cukup enak, ikan ini mempunyai kemiripan dengan belut, tidak mempunyai duri sehingga akan memudahkan ketika dikonsumsi. Ikan ini banyak terdapat di sungai-sungai atau muara yang mengarah ke laut selatan. Beberapa nama lain dari moa :
  • Lumbon adalah ikan sidat yang berukuran kecil.
  • Sidat adalah ikan sidat yang berukuran sedang atau besar.
  • Pelus adalah ikan sidat yang berukuran super besar 20 kg lebih.

Perkembang biakan sidat
Perkembang biakan sidat tergolong unik, karena walaupun termasuk jenis ikan air tawar tapi perkembang biakannya di laut lepas. Pelus atau sidat dewasa yang ada di sungai-sungai, danau, ataupun rawa setelah siap bertelur akan menuju ke laut untuk bertelur. Telur yang menetas di laut atau yang biasa di sebut impun akan menuju ke muara kemudian setelah agak besar kira-kira sebesar pensil akan naik ke sungai. Karena cara perkembang biakan yang seperti itulah sehingga pelus atau sidat sangat sulit untuk dibudidayakan. Di indonesia sendiri budidaya pelus atau sidat hanya sebatas pembesaran dengan menangkap impun yang ada di muara.

Mancing Sidat
Untuk penggemar mancing di laut maka mascotnya adalah marlin, sedangkan untuk para pemancing air tawar di wilayah jogja dan sekitarnya sidatlah yang menjadi mascotnya. Ikan ini termasuk ikan predator, mencari makan di malam hari, bisa juga siang hari dengan catatan air sedang keruh. Oleh karena itu para pemburu sidat sengaja mencari mereka pada malam hari, dengan peralatan yang berbeda jika memancing di siang hari. Stick, senar, bandul dan mata kail yang cukup besar, jas hujan, sepatu boot, senter, pospor atau klinting, kotak tempat ikan atau karung gandum.

Peralatan memancing pelus tidak perlu dengan harga yang mahal, tetapi harus kuat. Karena ikan ini bertenaga yang besar. Memancing sidat, pelus atau moa dilakukan pada sore hingga malam hari, karena pelus adalah jenis ikan yang aktif di malam hari. Sehingga peralatan tambahan sepeti senter dan sepatu boat mutlak diperlukan untuk menghindari ular dan sejenisnya.

Waktu memancing pelus yang baik adalah pada sore menjelang malam dan dini hari, karena pada waktu itu lah jam makan ikan tersebut. suhu udara juga harus diperhatikan, karena pada suhu yang dingin biasanya pelus tidak mau makan. Umpan mengunakan umpan alami. karna ikan pelus termasuk pemakan daging maka digunakan umpan seperti cacing, kodok, jangkrik, piting tawar (yu yu), belut, udang, ikan kecil, dsb.

Menggunakan Mata Kail Sesuai Ikan Target

Temukan ukuran mata pancing yang sesuai dengan ikan sasaran anda
Gunakan Mata Kail Sesuai Ikan Target - Meski tidak ada ukuran baku penggunaan mata pancing atau kail untuk memancing, namun banyak dari pemancing professional kelas dunia seperti Evans, Zane Gray, O’Shaugnessy yang juga adalah penulis buku – buku memancing di luar negri, menulis pengalamannya dalam memancing sehingga dapat kita tiru sebagai contoh. Meski tidak semua jenis ikan ada disini, mungkin anda bisa mengira-ngira besarnya ikan yang bisa anda tangkap dari sini.

Untuk pemancingan air laut :
  • Ikan Sailfish, broadbill dan marlin menggunakan nomor 10/0 sampai 13/0
  • Ikan Tarpon, menggunakan nomor 7/0 sampai 10/0
  • Ikan Tuna menggunakan nomor 7/0 sampai 13 dengan tipe Martu atau Sproat
  • Ikan Weakfish, Pancing nomor 4/0 Sproat atau O’Shaughnessy
  • Ikan Flounder : Pancing nomor 1/0 Sproat atau O’Shaughnessy
  • BlueFish : Pancing no 4/0 paling disarankan 6x long
  • Ikan Stripbass : Pancing no 7/0 sampai 10/0
  • Ikan Channelbass : pancing nomor 7/0
  • Ikan Croaker, Kingfish, Seabass, Porgy, Ling, BlackFish, Pollock, pancing no 1/0 sampai 3/0 Sproat atau O’Shaughnessy
Untuk pemancingan air tawar :
Strategi penggunaan pancing yang besar pada pemancingan air tawar adalah pemilihan yang salah, karena banyak pemancing yang berpengalaman mengatakan bahwa “ Mata pancing kecil dapat memperoleh ikan besar, namun mata pancing yang besar akan kesulitan jika akan mendapatkan ikan kecil. Sebaiknya anda menyesuaikan besar mulut ikan dengan mata pancingnya, tebakan yang baik adalah besarnya mata kail paling besar adalah separo dari mulut ikan tangkapan anda.
  • Untuk ikan Panfish dapat menggunakan mata pancing nomer 4/0 atau 6/0 tetapi kalau umpannya kecil gunakan mata pancing no 10/0 atau 8/0
  • Untuk ikan trout gunakan mata pancing nomor 4/0, 6/0 atau 8/0
  • Untuk ikan Bass gunakan nomor 1/0 atau 2/0
  • Ikan Nothern Pike dan Muskies, gunakan pancing nomor 3/0 sampai 1
  • Untuk ikan di Indonesia, dengan jenis ikan yang juga beragam, silahkan sesuaikan dengan besaran tubuh dan bentuk mulut ikan dengan besar maksimal “gap” kail separo dari besar mulut ikan.

Tipsnya Filosofi Mancing dan Strategi Bisnis

Filosofi Mancing dan Strategi Bisnis - Ada konsep strategi bisnis yang kita pelajari dalam memancing. Karena berbisnis itu sendiri adalah seperti mancing, yaitu mancing customer untuk membeli produk kita.

Pasar Sasaran: Mancing di Empang atau Laut?
Filosofi pertama adalah, kita harus menentukan, mau mancing di mana? Apakah di empang atau di laut? Kalau maunya mancing di empang, ya harusnya sudah disadari bahwa paling dapatnya ikan mas, gurame, atau mungkin ikan lele. Tidak mungkin memancing ikan tenggiri di empang. Kalau mau mancing tenggiri, ya harus ke laut. Begitu pula dengan berbisnis, kita harus menentukan pasar yang menjadi sasaran kita, apakah pasar kelas bawah, menengah, atau papan atas. Oh ya, baik di empang maupun di laut, kita harus yakin di mana kira-kira banyak ikannya.

Teknologi : Alat Pancing yang Canggih atau Sederhana?
Kalau mau mancing tenggiri di laut, ya alat pancingnya tentu harus canggih, gagang pancingnya kuat, benangnya yang kawat lentur, dan roll-nya harus yang oke punya. Kalau tidak begitu, mana bisa mendapatkan tenggiri. Kalau mancing tenggiri dengan alat pancing sederhana yang biasa dipakai di empang, bisa-bisa putus dan tenggirinya tidak dapat-dapat. Tetapi jika memang mau mancing di empang, tentu saja alat pancing yang lebih sederhana bisa dipergunakan. Intinya, harus selaras (align) antara teknologi yang dipergunakan dengan pasar sasaran yang dituju. Begitu juga dalam berbisnis, untuk segmen pasar tertentu penggunaan infrastruktur teknologi informasi dan internet menjadi suatu keharusan, tetapi mungkin di segmen pasar yang lain, hal seperti itu tidak perlu.

Kompetensi : Skill Mancing Kelas Empang atau Laut Dalam?
Mancing juga butuh skill tersendiri. Tentu saja skill yang dibutuhkan untuk mancing di empang berbeda dengan di laut, apalagi laut dalam. Pemahaman tentang umpan yang dipergunakan, teknik memasang umpan, teknik melempar kail, sampai teknik menarik ikan kalau nyangkut di kail pun berbeda. Kalau saya sendiri untuk urusan mancing, skill-nya masih kelas empang, jadi belum berani ke laut, tapi saya ingin suatu saat mancing di laut, jadi mesti berguru sama yang sudah jago. Begitu juga dengan berbisnis, kita harus menyesuaikan kompetensi kita dengan pasar sasaran. Setiap segmen pasar membutuhkan kompetensi (knowledge, skill, dan attitude)yang berbeda.

Iklan/ Promosi: Umpannya Cacing atau Ikan?
Kalau memang mau mancing tenggiri di laut, ya jangan pakai umpan cacing. Tenggirinya pun pasti akan menggerutu dan merasa terhina kalau kita pancing pakai umpan cacing … hahahahaha … Kalau mau mancing tenggiri, umpannya mesti ikan kecil. Tapi kalau di empang, mau mancing ikan mas, ya cacing cukuplah … Begitu juga di dunia bisnis, kita harus berani mengeluarkan biaya untuk iklan atau promosi. Kalau mau dapat customer premium, ya promosinya juga mesti premium. Kalau memang targetnya customer kelas bawah, ya promosi seadanya mungkin cukup (bahkan tidak jarang, mesti menngeluarkan uang banyak juga untuk segmen bawah ini).

Manajemen Risiko : Berani Ke Laut atau Hanya Empang?
Kalau takut kena hujan di laut (apalagi kena badai), takut gelombang, ya sudah, mancing di empang saja. Untuk mendapatkan ikan tenggiri di laut, ya harus berani menanggung risiko. Kalau nggak mau, ya mari kita mancing di empang saja, tapi dapatnya hanya ikan mas atau lele. Makanya, kita mesti mengkalkulasikan risiko untuk memancing ikan ke laut, mempertimbangkan cuaca, dan sebagainya. Kalau sekedar di empang sih, tidak perlu manajemen risiko yang canggih-canggih amat. Begitu juga di bisnis, karena kita masuk ke segmen pasar yang premium, investasinya mesti banyak, maka harus mampu memanajemeni risiko dengan baik. Kalau hanya bisnis kecil-kecilan, ya mungkin tidak terlalu ribet manajemen risikonya.

Sikap : Sabar dan Terus Mencoba
Kalau mancing, ya mesti sabar, kalau gak dapat, ya coba lagi. Adakalanya umpan dimakan ikan, tapi ikannya tidak nyangkut di kail, ya sudah, coba lagi. Sabar dan terus mencoba. Ini berlaku baik di kelas empang maupun laut dalam. Begitu juga dalam berbisnis, kalau kita sudah memperhitungkan pasar sasaran, teknologi sudah pas, kompetensi juga oke, manajemen risiko sudah oke, nah tinggal diuji kesabaran dan terus mencoba, sambil menyerahkan segala keputusan sama yang Yang Maha Kuasa....

Tips Alternatif Saat Laut Tidak Bersahabat Gan

Alternatif Saat Laut Tidak Bersahabat
Tips Alternatif Saat Laut Tidak Bersahabat - Jika kita perhatikan prediksi di berbagai situs cuaca saat ini, angin masih terus bertiup kencang yang membuat lautan kita terus ‘mendidih’. Bagi pemancing freshwater ini tidak berpengaruh apa-apa, namun bagi pemancing laut mungkin mulai bosan menunggu laut teduh. Apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kebosanan?

Melirik Freshwater Fishing
Bagi Anda para pemancing laut, tidak ada salahnya jika laut sedang tidak bersahabat seperti ini kita meilirik ke air tawar sementara waktu. Kita bisa memancing di kolam, danau, sungai, dan di lokasi-lokasi lainnya. Yang belum pernah mencoba mungkin akan mencibir bahwa sensasi mancing di freshwater tidak sehebat di laut. Tapi tunggu dulu, kita harus ingat bahwa semua teknik memancing memiliki keunikan sendiri-sendiri sekaligus memiliki sensasi yang khas. Jadi tidak ada salahnya Anda mencobanya. Biasanya banyak acara mancing freshwater di saat seperti ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikutinya bukan?

Merawat Tackle Saltwater Kita
Banyak yang sibuk memancing tanpa memperhatikan perawatan pada peralatan mancing yang dimiliki. Padahal alat-alat itu kita beli dengan biaya yang tidak sedikit. Nah, di saat libur melaut seperti ini Anda bisa meluangkan waktu Anda untuk merawat alat-alat pancing mahal milik Anda itu. Reel bisa dibongkar dan dibersihkan agar saat dipakai trip mendatang benar-benar dalam kondisi prima. Mata pancing yang sudah berkarat bisa kita buang dan diganti dengan yang bagus atau baru sehingga kemungkinan ikan lepas karena faktor pancing bisa dihindari nantinya. Atau kita bisa membersihkan joran kita, periksa cincinnya, apakah ada yang rusak atau tidak. Tali pancing kita juga memerlukan sentuhan kita. Mungkin saja di gulungan tali PE atau monofilamen itu ada yang rusak bukan? Umpan-umpan kita pun bisa kita periksa. Dan lain sebagainya.

Mengintip Produk Terbaru
Terkesan konsumtif mungkin, tetapi ini juga perlu karena produsen tackle biasanya banyak mengenalkan produk yang layak koleksi pada saat-saat seperti ini. Jika kemarin belum ada warna lure yang Anda cari, siapa tahu sekarang lure dengan warna spesifik yang Anda inginkan telah tersedia? Luangkan waktu untuk mengunjungi toko pancing langganan Anda masing-masing agar tidak ketinggalan info. Siapa tahu ada peralatan Anda yang sudah harus ‘diupdate’?

Melewatkan Waktu Dengan Keluarga
Nah ini sangat penting. Menjadi hal umum bahwa pemancing banyak diprotes oleh keluarga karena lebih memilih meluangkan waktu senggang dengan pergi mancing, dan bukannya bersama keluarga mereka. Saat sekarang ini menjadi momen yang tepat untuk bersama mereka secara penuh. Pasti mereka akan sangat senang. Namun saran kami, jangan hanya pada saat laut tidak bersahabat saja kita bersama mereka. Selalu seimbangkan waktu kapan saja antara pekerjaan, hobi dan keluarga.

Nie Gan,Tipsnya Memilih Ikan Discus

Tips Memilih Ikan Discus - Discus sebagai rajanya ikan air tawar menarik banyak akuaris maupun orang awam untuk memeliharanya. Selain bentuk, warna, dan coraknya yang menarik, harganya yang mahalpun menjadi salah satu daya tarik untuk memeliharanya. Namun memelihara terutama untuk memilih calon bibit yang baik tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Untuk mendapatkan discus yang baik tentulah harus mendapatkan bibit yang baik. Oleh karena itu seorang hobies terutama pemula harus jeli dalam memilih ikan. Kesulitan terbesar yang dihadapi oleh pemula adalah kurangnya pengetahuan mengenai kualitas discus yang baik. Banyaknya jenis discus, terutama nama-nama yang berlainan untuk satu jenis discus ikut membuat pemula ini semakin bingung.

Berikut tips untuk memilih discus yang baik, diantaranya;
  • Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang mengkilap/ hitam menandakan kondisi discus yang tidak sehat. Garis hitam vertical/ stress bar yang sangat menyolok/ tegas menandakan discus dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor discus, tetapi sebagai parameter kondisi discus akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi discus. Banyak jenis discus yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.
  • Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk discus bulat dan indah dipandang.
  • Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama.
  • Bentuk tubuh ikan discus yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat discus. Discus yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.
  • Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang.
Discus yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. Discus yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu discus yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.
Umumnya discus yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. Discus yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. Discus yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/ pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.

Jangan mudah tertipu dengan warna. Warna merah membara pada mata dan warna yang menyolok, terutama pada discus kecil & remaja (antara 2-3 inci), bukan jaminan untuk mendapatkan discus yang baik. Pada saat ini ada sebagian kalangan yang menggunakan hormon untuk memaksakan keluarnya warna ikan, yang bertujuan untuk memudahkan penjualan dan meningkatkan daya tarik ikan. Warna ini tidak akan bertahan lama (kurang lebih 2 minggu-1 bulan). Pemakaian hormon dapat mengakibatkan gagalnya pemijahan atau anakan yang dihasilkan sedikit dan biasanya tidak sehat.

Batik atau pattern ikan biasanya akan timbul mulai 2 inci ke atas dan bertahap. Berhati-hatilah jika membeli discus yang sudah keluar batik sejak ukuran kecil, karena kemungkinan adanya pemberian hormon untuk mengeluarkan batik ini agar terlihat indah. Adalah wajar batik yang keluar hanya setengah atau kurang pada ukuran 2 inci, namun terkadang kualitas discus yang rendah mengakibatkan batiknya tidak keluar secara sempurna hingga full satu badan.

Usahakan membeli ikan paling tidak ukuran 2 inci, karena pada ukuran inilah ciri-ciri ikan sehat dan baik dapat dilihat dibandingkan ukuran yang lebih kecil. Hindari untuk membeli burayak walaupun harganya murah, terutama jika anda seorang pemula. Jangan tergiur dengan keuntungan karena memelihara burayak tidak mudah.

Selain tips di atas, yang harus diterima oleh pemula adalah cacat fisik seperti mata besar sebelah, pertumbuhan fin tidak sempurna, dahi menonjol, bagian kepala meruncing dll. Kemudian yang terpenting adalah lakukan adaptasi secara perlahan sesudah tiba dirumah dan lakukan karantina pada setiap ikan yang dibeli.

Nie Gan Tips Merawat Joran Tegek

Tips Merawat Joran Tegek

1. Perkuatan pada ujung ruas
Masalah perkuatan pada ujung ruas (wrapping) sudah pernah dibahas ini mutlak dilakukan untuk joran tegek, yang mana setiap ujung masing-masing ruas belum ada perkuatan. Pada umumnya tegek sudah diberi penebalan disetiap ujung ruas tapi itu tidak mencukupi, beberapa kali saya melihat tegek yang lolos karena ruas bawahnya pecah akibat belum diikat. Sehingga cuma meninggalkan bonggolnya.

2. Kebersihan sewaktu memancing
Masalah kebersihan adalah salah satu penyumbang terbesar rusaknya tegek. Mungkin rekan-rekan sudah mengetahui bahwa satu butir pasir yang terjepit diantar ruas-ruas tegek akan menjadi penyebab tegek pecah. Pasir yang halus (apalagi kwarsa yang berbentuk seperti kaca) akan mengiris permukaan tegek dengan mudahnya begitu terjepit antara ruas-ruas tegek waktu memasukkan atau mengeluarkan ruas-ruas tegek, hal ini sering terjadi pada angler yang suka memendekkan ruas joran waktu mengganti umpan. Jangan sekali-kali meletakkan diatas permukaan pasir karena sudah dipastikan butiran pasir akan lengket dipermukaan tegek dan beresiko membuat goresan pada tegek. Begitu juga sisa-sisa nasi lumat pada joran secara akumulatif membuat penebalan pada ruas joran.

3. Biasakan meng-set joran dalam keadaan penuh (full) sewaktu setting
Seperti yang telah diuraikan di atas kebiasaan memanjangkan dan memendekkan joran pada waktu menset umpan, melepaskan ikan dari pancingan memperbesar kemungkinan rusaknya tegek. Selain pasir, sisa kenur yang tertinggal diantara ruas tegek akan membuat joran meledak jika dipaksakan membuka ruas. Hal ini benar-benar pernah terjadi. Memanjangkan dan menutup joran juga akan menyebabkan bagian bawah masing-masing ruas menjadi aus bahkan pecah. Bahkan penutup bawah joran dapat jebol.

4. Membuka masing–masing ruas sewaktu membersihkan joran
Hal ini adalah yang paling membosankan, biasanya sewaktu pulang hanya ada beberapa angler yang membersihkan joran setelah dipakai. Kebanyakan begitu pulang joran lansung digeletakin. Membuka masing2 ruas dan membersihkan joran dengan air sabun adalah hal yang sangat tepat dilakukan kalau joran mau awet. Begitu juga jangan memasukkan masing-masing ruas dalam keadaan basah karena air yang tertinggal didalamnya tidak akan kering bahkan dalam waktu berbulan-bulan. Jadi waktu mengeringkannya biarkan dalam keadaan terbuka. Ada sejenis jamur yang bisa tumbuh dan menimbulkan gatal jika bersentuhan dengan kulit.

5. Membuat sekat karet pada alas tutup joran bagian dalam
Kelihatan sangat sederhana, tapi sangat bermanfaat sekali. Potonglah bekas sandal jepit atau busa keras sesuai dengan diameter dalam bagian joran terbawah (kalau bisa ngepas dan agak sempit) sebelum memasang tutup joran. Hal ini akan mencegah masuknya pasir sewaktu mancing dan menghindari benturan langsung antara ruas joran dan tutup joran (yang tebuat dari Plastic atau Alumunium), sehingga resiko pecahnya tutup joran dengan ruas masing terbawah yang mengakibatkan tutup nya pecah atau sebaliknya dapat dihindarkan.

6. Tutup karet untuk proteksi tutup joran terbawah
Tutup plastik joran yang asli kebanyakan hilang karena kelalaian masing-masing angler, biasanya aus atau pecah dan lama-lama hilang. Oleh karena itu saya membiasakan memasang cover karet yang diperuntukkan untuk alas kursi, sehingga tutup aslinya terlindungi dan terjaga. Sehingga waktu me-neger (mensetting joran dengan menjepitkan pangkal joran diantara batu) tutup asli joran tetap terproteksi. Dan sifat karet lebih menggigit daripada tutup asli yang terbuat dari plastik atau alumunium.

Demikianlah uraian singkat saya mudah-mudahan dapat menjadi masukan buat rekan-rekan yang lain