Yuk kita Membuat Mata Pada Artificial Lure

Membuat Mata Pada Artificial Lure - Untuk membuat artificial lure yang dapat diandalkan untuk menangkap ikan, kita harus mengerti dulu mengenai apa yang disebut dengan pemicu respon atau pemicu reaksi. Pemicu respon adalah salah satu karakteristik lure yang membuat ikan predator merasa terpaksa untuk menyerang lure. Banyak opini yang beredar diantara para pembuat lure mengenai bagian mana dari sebuah lure yang sebenarnya menjadi pemicu respon yang benar benar akurat. Kesimpulan umum dari fakta fakta yang ada, ternyata bahwa bagian matalah yang merupakan satu dari sekian pemicu respon yang paling efektif.

Penelitian menyatakan bahwa secara virtual semua predator dan mangsa berkomunikasi melalui kontak mata (seperti melakukan dan menghindari kontak mata). Predator dan ikan mangsa berusaha menterjemahkan dan memahami satu sama lain dengan memantau reaksi dari mata masing masing. Sebagai contoh, pupil mata ikan predator secara khas akan menjadi kecil sekali disaat sedang menyerang mangsa, sementara ikan mangsa akan pupil matanya akan membesar disaat sedang diserang atau ketika ketakutan.

Sebagai tambahan, hubungan antara posisi pupil mata dengan poros badan ikan (kemana ikan menghadap) dapat membantu predator untuk mengantisipasi kearah mana ikan mangsa akan lari. Ketika pupil mata mangsa membesar, itulah tanda bahwa ikan mangsa sudah ketakutan dan siap berlari dan predator akan menyerang dengan sudut yang menghalangi arah lari ikan mangsa. Ketika membuat mata pada artificial lure, buatlah bentuk pupil mata menghadap/ menatap kearah tali pancing, sehingga ikan predator dapat mengantisipasi untuk mencegat lure dari arah depan dan akhirnya membuat kontak dengan mata kail.
Mata Artificial Lure
  • Pupil mata harus besar dibanding dengan besar keseluruhan mata.
  • Jika membuat mata hanya dengan satu warna, maka buatlah warna mata lebih gelap daripada badan lure.
  • Pupil mata harus selalu dibentuk menatap pada tali pancing.
  • Garis mata harus lebih kontras disbanding keseluruhan warna lure.
Menggambar mata pada artificial lure
Tehnik menambahkan gambar mata pada lure sangat banyak, contoh dengan menempelkan sticker, mengecat, mencetaknya, menempelkan paku paying. Tehnik yang paling mudah dan baik adalah dengan menggunakan tehnik tetesan paku, yaitu meneteskan cat melalui sebuah paku(kepalanya) ke permukaan lure yang akan diberi mata dan membiarkannya menjadi berbentuk sebuah lingkaran. Selama proses ini kita harus berhati hati agar kepala paku tidak benar benar menyentuh permukaan lure, satu satunya yang boleh menyentuh lure hanyal tetesan cat. Gunakan paku yang berbeda ukuran untuk menadapatkan kreasi mata dengan diameter yang berbeda.

Kenalilah Kebiasaan Makan Ikan

Mengenal Kebiasaan Makan Ikan

Salah satu fakor penentu keberhasilan memancing adalah mengenal kebiasaan makan ikan (food habits) dan cara makan ikan (feeding habits). Dalam praktek sehari-hari kedua faktor tersebut sering diabaikan sehingga pemancing sering mengeluh bahwa ikan yang menjadi targetnya tidak mau menyentuh umpan sama sekali. Hal itu belum tentu disebabkan oleh jenis umpan yang kurang pas, tetapi kemungkinan kegiatan memancingnya dilakukan pada waktu yang kurang tepat, yakni ketika ikan sedang enggan makan. Karena itu, sulit dibayangkan, seorang pemancing bisa sukses memperoleh ikan tanpa memahami food habits dan feeding habits dari ikan target.

secara umum kebiasaan makan dan cara makan ikan terdiri atas aspek tempat makan atau lokasi makan, waktu makan ikan, cara makan ikan, dan jenis makanan kegemaran ikan. Kedua kebiasaan itu tidak sama antara jenis ikan yang satu dan jenis ikan yang lainnya.

Banyak pemancing, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, mengabaikan kebiasaan makan ikan dan cara makan ikan. Sepintas, hal tersebut tampak sepele. Padahal, dengan mengenal aspek-aspek tersebut bisa ditentukan secara tepat saat yang paling baik untuk memancing ikan jenis tertentu, menentukan lokasi memancing yang tepat, dan menentukan jenis makanan yang paling disukaioleh ikan sehingga umpan yang sesuai bisa disiapkan terlebih dahulu.

Secara umum, kebiasaan makan ikan bisa dibagi menjadi beberapa hal seperti berikut ini.
a. Kebiasaan Makan Ikan Berdasarkan Tempat
  • Ikan dasar perairan (demersal), yakni ikan jenis ini banyak menghabiskan aktivitasnya di dasar perairan. Contohnya: lele dumbo dan patin.
  • Ikan lapisan tengah perairan, yakni ikan yang mencari makanan yang mengapung di tengah perairan. Ikan jenis ini hanya sewaktu-waktu muncul ke permukaan air atau berenang di dasar perairan. Ikan mas dan bawal termasuk kedalam jenis ini.
  • Ikan permukaan perairan, yakni ikan yang mencari makanan di permukaan air. Umumnya, ikan jenis ini menghabiskan waktunya lebih lama berada di lapisan atas perairan. Ikan dengan kebiasaan seperti ini disebut dengan pelagis atau ikan permukaan. Gurami, nila dan mujair termasuk dalam kategori ini.
  • Ikan menempel, yakni ikan pemakan bahan organik yangmenempel pada subtrat (benda yang terdapat di dalam air), baik yang berada di dalam kolam air (lapisan tengah) maupun yang berada di dasar perairan. Ikan nilem dan sapu-sapu termasuk dalam kategori ini.
b. Kebiasaan Makan Ikan Berdasarkan Waktu
  • Jenis ikan yang aktif mencari makan pada siang hari. Aktivitas makan ikan ini banyak dilakukan pada siang hari. Pada malam hari, mereka lebih banyak beristirahat. Contohnya: ikan mas, nila, bawal, dan gurami.
  • Jenis ikan yang aktif mencari makan pada malam hari (nocturnal). Ikan yang masuk dalam kategori ini jarang mencari makanan pada siang hari. Jenis ikan yang aktif mencari makanan pada malam adalah lele dumbo, lele lokal, dan patin (jambal).

Teknik Mancing Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota)

Teknik Mancing Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota) - Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota) terkenal memiliki tenaga luar biasa. Saat terpancing akan terus berlari bagaikan terpedo. Itukah nikmatnya mancing hampala. Berikut ini kami uraikan rahasia mancing ikan yang termasuk dalam family Cyprinidate alias suku karper-karperan ini. Siapa tahu trik ini bermanfaat bagi anda.
1. Kenali Lubuknya
Ikan hampala suka tinggal di sungai yang beraliran deras dengan tepian dangkal dan berpasir. Di lokasi itu, biasanya banyak ikan-ikan kecil sebagai makanannya dan juga banyak makanan yang hanyut. Selain sungai ikan hampala juga berada di dam atau waduk. Ciri lokasi yang di gemari adalah daerah berpasir atau berbatu kerikil.

2. Menyiapakan Alat Pancing
Joran, Pilih panjang joran antara 1,5 m – 2,5 m, ringan dan berujung lentur. Joran dan ril yang ringan dan lentur membuat kita mudah utuk casting.

Ril sebaiknya kelasnya sama dengan joran, dengan batalan roda 3 atau lebih. Pilihlah yang berjenis ringan supaya tidak terlalu memlemahkan.

Ada banyak merk kenur, pilihan yang kuat dengan ukuran sesuai dengan kelas joran atau ril. Bisanya yang d pakai adalah kelas 4 lbs, jangan memakai kenur telalau kecil karena resiko putusnya besar. Kenur terlalu besar juga kurang bagus karena jarak lempar menjadi pendek.

Untuk umpan, pakailah plug yaitu umpan buatan yang menyerupai ikan kecil. Pilih ukuran plug dari sebesar jari manis orang dewasa hingga seukuran jempol. Selain plug juga bisa dipancing menggunakan popper kecil.

Perlengkapan tambahan seperti rompi bersaku banyak yang di gunakan untuk tempat berbagai piranti mancing seperti kili-kili, pisau, gunting, tang, cadangan kail, sampai dengan korek dan rokok.

3. Saat Yang Tepat
Setelah semua mengenal lokasi dan persiapan piranti sudah oke, maka baruklah kita berburu ikan hampala dengan musim dan yaktu yang tepat. Musim kemarau merupakan musim yang tepat untuk memburu hampala. Salain pinggir sungai tidak becek, air sungai/ waduh jernih sehingnga kita bisa melihat langsung ikan itu ada atau tidak di pinggir sungai. Faktor lain yaitu pada musim kemarau adalah masa hampala memijah. Ikan induk hampala akan menepi untuk bertelur di daerah dangkal dan berpasir. Nah, mancing di saat itulah sangat menjanjikan.

4. Mainkan Plug Anda
Setelah mengenal saat yang tepat, sekarang giliran mengail hampala dengan menggunakan plug. Pertama amatilah lubuk hampala secara cermat. Jika anda sudah mengetahui cobalah mendekati dengan berjalan kaki tanpa menimbulkan suara.

Lemparkan plug anda diantara barisan hampala. Tarik plug anda. Berenangnya plug di air membuat hampala gusar dan ingin mengusirnya dengan menyambar plug tersebut. Setelah mulutnya tersangkut kail, usahakan agar ikan tidak lepas saat bertarung. Jika sampai lepas ikan hampala di daerah itu tidak mau lagi makan umpan plug anda.

Jika anda mancing tidak sendirian, ajak teman anda juga melemparkan plug di belakang umpan anda yang termakan tadi, karena hampala lain juga akan menyambar plug tersebut.

Nie Gan,Cara Ikan Makan Umpan & Pemilihan Mata Kail


Cara Ikan Memakan Umpan
Setiap species ikan mempunyai cara tersendiri memakan umpan, ada yang menyambar, ada juga yang mencuit atau meroteh, ada jenis ikan yang menghisap masuk umpan dan lainnya. Mengenal cara ikan makan umpan adalah penting sekali dan ini akan membantu kita memilih mata kail yang sesuai untuk memacingnya. Cara-cara ikan memakan umpan adalah:

1. Menyambar
Jenis ikan menyambar adalah jenis ikan yang bergigi tajam atau jenis ikan “predator” yang akan makan umpan saat bergerak, entah ikan itu sendiri yang bergerak atau umpannya yang bergerak. Ini selalu berlaku saat kita memancing dengan teknik trolling, casting, atau memancing dengan umpan hidup (live baiting) maupun umpan tiruan. Beberapa jenis ikan yang memiliki pola tingkah seperti ini, antara lain: Ikan Alu Alu, Haruan Tasik, Ikan Yu, Ikan Siakap, Tenggiri, Gerepoh atau GT dan lain lain lagi.
Bagi ikan jenis ini dianjurkan menggunakan mata kail dari jenis “Tuna Hook” atau “Big game Hook” yang mana matanya menegak lurus kepangkal. Ini disebabkan apabila ikan tersebut menyambar umpan, mata kail akan terus mencankuk pada ikan tersebut. Jenis mata kail ini juga mempunyai daya ketahanan yang kuat dan tidak akan bengkok saat hentakan. Kajian menunjukkan bahawa apabila ikan menyambar umpan, kekuatan hentakan adalah lebihckurang 10 kali berat badan ikan tersebut. Misalnya, berat badan ikan itu adalah 10 kg maka kuasa atau berat hentakannya adalah lebih dari 100 kg. Jadi bayangkan sekiranya mata kail itu tidak kuat maka ikan akan terlepas.
2. Ragut
Ragut berarti jenis ikan yang memakan umpan yang tidak bergerak ketika ikan tersebut akan mengambil umpan dan melarikan diri. Ini berlaku saat kita memancing dasar (bottom fishing) atau mengambur (drift fishing) dimana kita mengunakan umpan yang mati. Kebanyakan ikan berkelakuan begini dan diantaranya adalah ikan Jenak, ikan Merah, Pari, Ebek dan bermacam macam lagi. Bagi jenis ikan ragut ini, mata pancing yang baik adalah dari jenis kail yang matanya membengkok sedikit atau dari jenis kail yang disebut ” circle hook”. Circle hook adalah sejenis kail yang dibuat khusus untuk mengcakuk ikan hanya pada mulutnya.

Walau bagaimana pun pengunaan kail jenis ini sedikit berbeda dari kail yang lain, dimana kita tidak boleh menyetaknya. Apabila ikan menarik umpan kita hanya perlu mengencangkan kekiri dan menegangkan tali pancing saja. Kail jenis ini akan mengena secara tersendiri apabila ikan bergerak kepermukaan, oleh sebab itu kail ini mempunyai bengkok dimatanya, sehingga tidak mungkin untuk ikan bisa melepaskan diri. Kelebihan lain pada penggunaan kail jenis ini adalah ikan yang terkena kail ini dapat dilepas kembali hidup-hidup karena ia hanya akan tersangkut pada mulut dan tidak melukai ikan tersebut.

3. Memangut (Nibblers)
Ikan yang makan secara memangut adalah ikan yang makan dan berada ditempat itu. Ikan jenis ini tidak bergerak sewaktu memakan umpan, oleh karena itu amatlah susah untuk kail mengaita ikan tersebut dengan tersendirinya. Jenis ikan yang suka memangut adalah, ikan gelama, ikan duri dan anak anak ikan atau ikan yang berukuran kecil. Bagi ikan yang suka makan begini sebaiknya menggunakan kail jenis lurus atau mempunyai mata yang mendonggak ketepi (off set point). Selain itu, sebaiknya mata pancing yang digunakan janganlah terlalu besar. Untuk mendapat ikan jenis ini kita perlulah cepat menyentaknya ketika diduga ikan memakan umpan.

4. Menghisap (Sucking)
Ada pula ikan yang menghisap umpan kedalam mulutnya seperti, ikan kerapu, gongbelang, pelata bali, dan masih banyak lagi. Ikan jenis ini ada yang mempunyai gigi tajam dan ada juga yang mempunyai insang yang tajam untuk memotong umpan selepas umpan masuk kemulutnya. Bagi ikan dari jenis ini sebaiknya menggunakan kail yang mempunyai tangkal yang panjang.

Fly Tackle – Rod & Reel

Fly Rod
Fly rod didisain untuk memancing dengan melontarkan fly dengan cara memanfaatkan momentum dari fly line dan mengendalikan arah dan jarak. Suatu fly rod yang baik akan cocok dengan line tertentu. Menurut www.fly-fishing-colorado.com, faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih fly rod antara lain:
  • Budget – Sesuaikan fly rod dengan budget anda (walaupun banyak orang bilang harga tidak pernah berbohong). Bagi pemula sebaiknya membeli rod combo untuk mengurangi biaya.
  • Garansi – Biasanya beberapa manufaktur fly rod memberikan lifetime garansi.
  • Fish Species – Jenis ikan apa yang akan anda pancing? Dimana anda akan gunakan (di laut, sungai berarus, atau danau)?
  • Fishing Distance – Berapa jarak pancing normal anda? Umumnya ikan biasanya bisa dipancing dalam jarak 20ft dari tempat kita berdiri. Pilihlah rod yang bisa melakukan overhead cast secara nyaman hingga 45ft. Ini akan memenuhi kebutuhan memancing secara umum.
  • Gender – Pemilihan fly rod bagi pria berbeda dengan wanita. Karena pria memiliki bagian tubuh atas lebih kuat dari pada wanita, maka fly rod bagi pria lebih panjang dari wanita. Panjang rod untuk pria biasanya 9ft sedangkan untuk wanita biasanya 8ft hingga 8,5ft.
  • Casting Ability – Dalam hal ini dibedakan antara seorang pemancing pemula, intermediate dan advanced. Kemampuan ini yang akan menentukan pemilihan flexibilitas rod atau action. Rod dengan medium action biasanya cocok untuk pemancing pemula, intermediate hingga advanced. Sementara fast action cocok untuk pemancing tingkat advanced.
  • Fly Lines – Pemilihan Fly Rod juga harus disesuaian dengan ukuran dan jenis fly line yang kita pakai.
Fly Reel
Dalam teknik mancing fly fishing, reel yang digunakan melekat pada ujung bawah fly rod yang digunakan. Fly reel digunakan untuk memuat backing line serta fly line dan kadang digunakan untuk mengendalikan ikan. Jika kita sering memancing dengan teknik lain, melihat fly reel sepertinya terlalu sederhana. Fly Reel terlihat banyak lubang disisinya, ini gunanya untuk mengurangi berat dan juga untuk mengeringkan air yang menempel pada fly line. Fly reel biasanya digunakan untuk freshwater tapi ada juga yang dibuat untuk saltwater, hal ini dibedakan dari material yang digunakan. Drag sistem yang digunakan dari yang sederhana (click and pawl system) hingga yang bisa diatur dragnya.

Fly reel juga dibuat dalam beberapa ukuran yang disesuaikan dengan ukuran fly line dan rod. Saran dalam memilih fly reel, sebaiknya sebelum membeli dicoba dahulu. Sebisa mungkin membeli fly reel bersamaan dengan membeli fly rod agar kita bisa tahu balanced rig nya. Jangan sampai reel yang kita beli terlalu besar dan terlalu berat bagi rod kita sehingga kehilangan keseimbangan yang menyebabkan mengurangi kenyamanan.

Teknik Menghajar Ikan Gan

Teknik Menghajar Ikan - Untuk pancing yang menggunakan gulungan, termakannya umpan oleh ikan ditandai oleh bunyi uluran tali yang menyerupai bel, sedangkan untuk pancing yang dipegang terasa ada sentakan dari dalam air. Kejadian ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap pemancing. Dengan adanya tarikan ini, pemancing secara spontan berteriak pada Nakhoda untuk menaikan kecepatan kapal. Hal ini dilakukan agar ikan yang memakan umpan cepat tersangkut pada mata pancing. Jika kecepatan kapal tidak dinaikan, ada kemungkinan ikan melepaskan kembali umpan yang telah masuk ke mulutnya. Bila Nakhoda yakin bahwa ikan telah tersangkut pada mata pancing, kecepatan kapal segera diturunkan sampai lebih pelan dari kecepatan normal menonda. Dalam keadaan seperti ini tetap diperlukan keahlian Nakhoda, jika Nakhoda tidak pintar dalam mengendalikan kapal, ada kemungkinan ikan terlepas kembali.

Setelah kapal berjalan pelan atau berhenti, penarikan tali pancing bisa dimulai, ini dinamakan fighting time. Pemancing profesional biasanya menggunakan sabuk yang telah dilengkapi dengan tempat joran untuk menarik tali pancing. Joran diambil dari rod holder, kemudian dipegang oleh pemancing dengan cara meletakan bagian bawah joran pada sabuk yang telah dilengkapi dengan lubang tempat joran. Tali pancing kemudian digulung perlahan-lahan dengan memutar alat putar yang terdapat pada gulungan.

Irama menggulung tali harus disesuaikan dengan gerakan ikan. Apabila ikan kelihatan melawan, tali harus dihentikan. Sebaliknya bila ikan kelihatan kelelahan, tali harus segera digulung. Demikian seterusnya hingga ikan mendekati kapal. Teknik menggulung tali ditentukan oleh keahlian si pemancing dan dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Apabila si pemancing ceroboh dan tidak sabar ada kemungkinan ikan lepas atau tali putus.

Bagi pemancing yang benar-benar lihai dalam hal tarik ulur dengan ikan, mungkin dalam waktu yang singkat ikan sudah dapat dinaikan ke kapal. Bahkan, mereka juga bisa menangkap ikan yang berukuran besar dengan menggunakan tali yang berukuran relatif lebih kecil. Kelihaian ini pada lomba memancing bisa memperoleh nilai tambah pada kriteria penilaian.
Yang perlu diperhatikan pada saat melakukan penarikan ikan, baik dengan joran atau tanpa joran, adalah kapal harus dalam posisi tidak berjalan. Bila kapal bergerak maju, maka akan terjadi tarik menarik antara si pemancing dengan ikan. Akibatnya tarikan menjadi berat yang kadang-kadang bisa membuat tali putus. Bagi pemancing yang tidak menggunakan joran, penarikan harus dilakukan dengan hati-hati. Apabila ikan yang terkait cukup besar jangan dipaksakan untuk menariknya saat ikan masih melawan. Tunggu dulu sampai ikan benar-benar lemas. Jika dipaksakan menarik tali, jari tangan bisa terluka akibat gesekan senar. Oleh karena itu, jika tidak menggunakan joran, pemancingan disarankan memakai sarung tangan.

Ikan yang sudah kelihatan lemas akibat tarik ulur dengan pemancing, perlahan-lahan akan mendekat ke kapal mengikuti tarikan tali pancing. Meskipun demikian, kadang-kadang ada ikan yang masih memiliki tenaga kuat walaupun sudah mendekati kapal. Ikan marlin dan layaran, misalnya, biasanya masih melawan meskipun sudah berada beberapa meter di belakang kapal. Oleh karena itu, sering kita jumpai pemandangan yang mengasyikan di mana seekor ikan marlin atau layaran melompat keatas permukaan laut (jumping) pada saat di tarik mendekati kapal.

Ikan yang sudah dekat dengan kapal harus ditarik dan diarahkan pada posisi sebelah kiri atau kanan kapal. Maksudnya untuk memudahkan menaikan ikan ke atas dek kapal. Dengan bantuan ganco yang cukup tajam, ikan dikaitkan pada mata ganco, bisa pada tubuhnya atau punggungnya. Untuk ikan yang berukuran besar, lebih baik menggunakan dua ganco.

Bila posisi ganco sudah benar-benar kuat, secara perlahan-lahan ikan dapat dinaikan ke atas kapal. Ganco ini tidak di perlukan bila yang tertangkap ikan kecil. Serok yang terbuat dari jaring dan bertangkai sudah bisa digunakan untuk mengangkat ikan kecil.

Tips Memancing di Berbagai Tempat Gan

Tips Dasar Memancing
Memancing ikan adalah hobi yang cukup menghibur bagi sebagian orang. Dengan melatih kesabaran dan menikmati kesunyian, salah satu bentuk rekreasi ini berkembang jumlah penggemarnya. Lokasi memancing terbagi menjadi 2 bagian yaitu, memancing di sungai atau empang atau di muara, dan memancing di laut.

Peralatan memancing secara umum yang diperlukan adalah:
  • Tongkat pancing beserta reel nya.
  • Umpan (udang, cacing, pelet atau racikan sendiri)
  • Mata kail
  • Tang yang berbentuk lancip (digunakan jika jari tertusuk kail)
  • Pelampung kecil
  • Tempat menyimpan tangkapan
  • Rompi khusus memancing

Memancing di sungai/muara

Yang perlu disiapkan adalah peralatan memancing yang disebutkan di atas dengan memperhatikan faktor umpan dan setting alat pancing. Umpan yang digunakan di lokasi ini umumnya adalah cacing dan udang, sedangkan untuk setting alat pancing adalah memasang mata kail. Jumlah mata kail dalam setiap tongkat pancing minimal 2 mata kail, dengan posisi timah dibawah. Jarak mata kail dengan timah kira-kira 10 cm samapai 15 cm

Memancing di Empang atau Tambak
Peralatan mancing sama seperti di atas dan umpannya tergantung jenis ikan yang akan dipancing. Untuk ikan emas biasanya menggunakan umpan racikan yang dibuat sendiri dan bahan-bahannya juga mudah didapat. Bahannya menggunakan tepung pellet yang berbentuk butiran, daging ikan dan lain-lain. Jika tidak ingin terlalu repot umpan seperti ini bisa diperoleh di toko ikan atau toko pancing. Khusus untuk ikan mujair dan sejenisnya, umpan yang digunakan adalah cacing atau lumut hijau.

Untuk setting alat pancing di lokasi ini, mata kail yang digunakan bisa berjumlah 2 atau lebih dengan posisi pelampung berada diatas mata kail. Ketingian batas pelampung dan timah disesuaikan dengan kedalaman air. Untuk kedalaman 1,5 meter, jarak antara pelampung dan timah juga 1,5 meter, dan pelampung dibatasi pakai stopper.

Memancing di tepi laut
Umpan yang digunakan untuk memancing di tepi laut berbeda dengan memancing di air tawar. Umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang di potong kecil-kecil, udang atau ikan kecil. Setting alat pancingnya sama dengan setting untuk memancing ikan di sungai.

Penggunaan umpan dengan udang atau ikan kecil biasanya digunakan apabila di tepi laut airnya keruh. Jika airnya bening, umpan yang digunakan bisa menggunakan cumi yang telah dipotong-potong karena ikan yang berada di tengah laut bisa saja mencapai tepi laut.

Memancing di tengah laut
Persiapan memancing ditengah laut adalah alat pancing dan umpan yang biasanya menggunakan cumi utuh. Setting alat pancing menggunakan ada 2 cara dan biasanya digunakan untuk memancing ikan pada kedalaman +/- 100 meter.